Pelajaran 22- kata yang tidak memiliki tanwin


Dalam kitab durusul lughah jilid satu, terdapat dua puluh tiga pelajaran, sekarang saya sudah memasuki pelajaran ke dua puluh dua. Pada pelajaran ini diterangkan tentang kelompok kata benda atau sifat yang tidak memiliki tanwin.
Saya telah belajar mengenai hal di atas sebagian, untuk lebih lengkapnya lihatlah pelajaran yang telah lalu. Sekarang lebih ditekankan mengenai hal ini yang dalam bahasa arab disebut mamnu’ minash sharfi.
Kelompok kata yang tidak memiliki tanwin tersebut adalah:
-Nama perempuan.
Contoh:
Aminah (آمنة) baca: Aaminatu, zainab (زينب) baca: zainabu, Fatimah(فاطمة)
-Nama laki laki yang berakhiran ta marbutoh.
Contoh:
Hamzah (حمزة) baca: hamzatu
-Nama laki laki yang berakhiran –an.
Contoh:
‘Utsman (عثمان) baca: ‘Utsmaanu
-Kata sifat yang berakhiran –an atau berpola فعلان (fa’laanu)
Contoh:
Malas: كسلان(kaslaanu)
-Nama anak laki laki yang berpola af’alu (أفعل)
Contoh:
Ahmad: أحمد(Ahmadu)
-warna warna
Contoh:
Putih أبيض  (abyadhu), hitam أسود (aswadu),merah أحمر(ahmar), kuning أصفر (ashfar), hijau أخضر (akhdhar), biru أزرق(azraq)
-Pola jamak yang telah dibahas pada pelajaran lalu.
Kosa kata baru
Cangkir (فنجان) untuk mufrad, Cangkir (فناجين) untuk jamak , menit (دقيقة) untuk mufrad, menit (دقائق) untuk jamak.

kata-tidak-memiliki-tanwin



Terjemahan kalimat di atas

Hamid seorang dokter. Istrinya seorang guru. Namanya Aminah. Hamid mempunyai empat anak laki. Mereka adalah: hamzah, utsman, ahmad, dan Ibrahim. Ahmad dan Hamzah adalah murid. Ahmad seorang murid yang rajin sedangkan hamzah murid yang malas.
Berkata Yusuf,” Saya mempunyai lima pena, ini pena yang berwarna merah, ini pena yang biru, ini pena yang hijau, ini pena yang hitam, dan ini pena yang kuning”.
Zainab berkata,”saya mempunyai banyak sapu tangan, ini yang putih, kuning, merah, dan ini yang biru”.
Fatimah berkata kepadanya,”apakah kamu mempunyai sapu tangan yang hijau?”.
Zainab menjawab,”Tidak, saya tidak mempunyai sapu tangan yang hijau”.
Thalhah berkata,”saya mempunyai banyak kunci. Ini kuncinya kamar, kunci tas, dan ini kunci mobil”.
Berkata Sufyan,”Di Negara kami terdapat banyak masjid dan sekolah, sedangkan hotel sedikit”
Apakah mereka itu para dokter?
Tidak, mereka para guru. Dan mereka para ‘ulama besar.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pelajaran 22- kata yang tidak memiliki tanwin

  • pelajaran 20 - bilangan- madud -muannats Pelajaran 20 pada kitab durusul lughah 1 ini merupakan lanjutan dari pelajaran sebelumnya yaitu bilangan yang ma’dudnya mudzakkar. Sekarang saya mempelajari bilangan t ...
  • Pelajaran 18 - Dual atau mutsannahSaya telah mempelajari isim mufrad dan isim jamak. Pada pelajaran ke 18 kitab durusul lughah yang pertama ini, saya mempelajari dual atau disebut juga mutsannah. Jadi ba ...
  • Pelajaran 17 - murajaah durusul lughah 1 Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA ...
  • pelajaran 15-jamak orang ke 2 muannatsPada pelajaran 14, saya sampai kepada pelajaran jamak untukorang kedua bagi mudzakkar. Kali ini yaitu pelajaran 15, saya mempelajari jamak untuk orang kedua bagi mu’anna ...
  • Pelajaran 8 - hurf jar - khalfa- amaamaArti dari kalimat yang di dalam kotak: -Pemuda ini seorang pedagang-Namanya pedagang itu Mahmud-Di depan masjid, di belakang sekolah-dari Amerika Saya telah mempelajari ...